Saudara, dalam hidup sehari-hari kita sering berjumpa dengan keterbatasan. Ada saat dimana tubuh terasa lelah, pikiran penuh, hati kecewa, bahkan semangat pun seperti habis. Kita juga sering merasa tidak mampu menghadapi persoalan hidup : pekerjaan yang berat, relasi yang rumit, pergumulan keluarga, atau masa depan yang terasa tidak pasti. Sebagai manusia, kita memang terbatas. Namun firman Tuhan hari ini mengingatkan bahwa di tengah keterbatasan manusia, kita memiliki Allah yang tidak terbatas. Dalam Matius 28 : 16 – 20, Yesus datang kepada murid-murid-Nya sesudah kebangkitan-Nya. Menariknya, para murid yang berkumpul itu bukanlah orang-orang yang sempurna. Bahkan ayat 17 mencatat : “Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu. ”Mereka masih memiliki kebimbangan, ketakutan, dan kelemahan. Tetapi Yesus tidak meninggalkan mereka. Sebaliknya, Yesus berkata : “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.” (ay.18). Kuasa Kristus adalah kuasa yang tidak terbatas. Ia berkuasa atas kehidupan, dosa, bahkan maut sekalipun. Namun kuasa itu dipakai bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk menyelamatkan dan mengutus. Karena itu Yesus memberikan Amanat Agung : “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.” (ay.19). Dalam bagian ini kita melihat karya Allah Tritunggal. Bapa mengasihi dunia, Anak datang menyelamatkan manusia, dan Roh Kudus menyertai serta memampukan umat percaya menjalani panggilan-Nya. Hal yang menguatkan adalah Tuhan tetap memakai murid-murid yang terbatas itu. Artinya, Tuhan juga dapat memakai hidup kita hari ini. Kita mungkin merasa biasa saja, penuh kekurangan, atau sering gagal, tetapi Tuhan sanggup bekerja melalui siapa pun yang mau percaya dan berjalan bersama-Nya. Renungan ini ditutup dengan janji yang sangat indah : “Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (ay.20). Penyertaan Tuhan tidak terbatas oleh keadaan. Saat hidup terasa baik maupun sulit, Allah Tritunggal tetap hadir menemani umat-Nya. Karena itu, melalui Minggu Trinitas ini kita diajak untuk hidup dengan pengharapan. Kita memang manusia yang terbatas, tetapi kita berjalan bersama Allah yang tidak terbatas kasih, kuasa, dan penyertaan-Nya. Amin. (Pdt. Nanda Natalia Nugrahani)
Link Sumber